RSS

Cinta dari Sekeping CD (Part 2)


>>> Lanjutan

Di dalam kamar aku terus menimang-nimang kaset CD yang Reva berikan tadi siang. Pikiranku masih kacau. Ingin rasanya ku menelpon Reva dan mengatakan 'aku sayang kamu'. Tapi lagi-lagi aku mengurungkan niatku, mengingat resiko yang harus aku terima. Aku merasa bagaikan lelaki pengecut dan pecundang.
Aaaagghhh.... Aku tak ingin seperti ini terus. Aku pandangi kaset CD itu, tiba-tiba ada ide melintas di benakku.
Segera ku nyalakan laptop. Mungkin ini satu-satunya cara yang bisa aku lakukan. Selama satu jam aku berada di depan laptop
---***---
Dengan semangat aku masuk ke kelas. Seperti biasa, Reva sudah lebih dulu datang ke kelas.
"Pagi, Badai. Gimana yang kemarin, udah selesai?' tanya Reva padaku.
Ku jawab dengan anggukan kepala dan langsung ku serahkan kaset CD yang sudah ku siapkan dari tadi beserta kejutan didalamnya. sempat terlintas dipikiranku, untuk tidak menyerahkannya hari ini. Tapi Reva membutuhkannya.
"Oke, makasih Badai"
"Sama-sama"
Bel masuk berbunyi. Selama pelajaran berlangsung, aku tak bisa berkonsentrasi. Pikiranku tak mau berpaling dari kaset CD yang aku berikan pada Reva. Bagaimana kalau dia tidak suka dengan apa yang aku lakukan? Bagaimana kalau Reva marah dan menjauhiku? Berjuta pertanyaan ada di benakku.
Aku semakin gelisah setelah jam sekolah selesai dan Reva pasti akan membuka CD itu sesampainya di rumah. Aku tak mampu terlelap tidur ketika malam datang. Aku menebak-nebak hari esok yang akan hadapi.  Apakah Reva esok tak kan menyapanya lagi dengan senyum manisnya? Namun aku sedikit lega karena telah berani melakukannya. 

Tok..tok..tok... suara pintu membuyarkan pikiran gelisahku.
"Mas Badai, ada Mas Teguh di depan." sebuah suara Bi Ina dari balik pintu.
"Suruh ke kamar ku aja, Bi"
"Baik, Mas"
Tak lama kemudian, Teguh, sahabatku sudah ada dihadapanku. Dia tersenyum sambil terus menatapku.
"Kenapa lo, Guh?" tanyaku
"Gak pa pa. Aku sedang memandang sahabatku yang terlihat beda akhir-akhir ini. Ada masalah lo? Kata Bi Ina, lo sering ngurung di kamar akhir-akhir ini" katanya seraya duduk di sampingku.
Aku terdiam. Feeling nya tajam juga, pikirku. Sejak dulu, firasatnya terhadapku tak pernah meleset. Meski tak sekelas, aku dan Teguh bersahabat karib. Aku dan dia lebih sering habiskan waktu bersama di luar jam sekolah karena dia sering disibukkan dengan hobi menulis dan membaca nya atau kegiatan ekstra nya. Hal itu tak pernah kami permasalahkan.
"Aku......" kataku ragu.
"Kenapa ?  Ceritakan padaku...." pinta Teguh.
Akhirnya cerita demi cerita mengalir dari mulutku. Dengan seksama, dia mendengarkannya tanpa memotong sepatah kata pun. Hanya senyuman atau tertawa kecil. 
"Hmmm.. jadi kamu lagi kena virus merah jambu alias jatuh cinta ya...." katanya begitu aku selesai cerita.
"Mungkin..." jawabku, singkat.
"Kita tunggu esok hari, Badai. Moga aja dia mengerti apa yang sedang rasakan. Apa kamu siap dengan jawaban yang akan kamu terima?
Aku terdiam membisu. Ada rasa tak siap jika nanti dia memberikan reaksi yang tak ku harapkan. Namun, siap atau tidak siap, harus aku hadapi besok. 
---***---
Rasa takut mulai menyergapku begitu memasuki gerbang sekolah. Dengan berat, aku melangkahkan kakiku memasuki ruang kelas. Sudah ku duga, Reva sudah berada di bangkunya.
"Pagi, Badai..." sapanya seperti biasa.
Aku heran melihatnya bersikap biasa-biasa saja, seolah tak ada sesuatu yang terjadi. Hal itu berlangsung hampir 3 hari. Ada apa ini? Kenapa Reva tak mengatakan sesuatu padaku? Jangan-jangan dia tak membaca file khusus yang aku masukkan ke CD drive.
Sore hari ketika Teguh datang ke rumah, aku ceritakan kegelisahanku. Dia agak terkejut mendengarnya.
"Mungkin dia hanya membuka folder yang berisi software-software yang kau berikan." katanya.
"Entahlah... atau dia pura-pura tak tahu dan menghiraukannya."
"Bersabarlah... Mungkin dia belum siap menjawabnya."
Mungkin, pikirku.
Rasa penasaran, galau, dan gelisah selalu ku bawa ke alam mimpiku. Hingga pada suatu pagi....
"Badai, aku pingin ngomong sebentar.." ucap Reva. Mimik wajahnya terlihat serius. Jantungku berdetak kencang, ada rasa gelisah, takut, entah sulit sekali diungkapkan. Keringat dingin mulai membasahi wajah, tangan, dan seluruh tubuhku. Dia menarik pergelangan tanganku dan membawaku keluar kelas. Saat itu masih belum terlalu banyak siswa yang datang ke sekolah.
"Ada apa, Reva...?" tanya ku penuh kegelisahan.
"Aku sudah baca tulisan yang kamu selipkan di dalam CD. Apa benar kau menyukaiku?" tanyanya, sekali lagi, mimik wajahnya terlihat amat serius.
Entah bagaimana aku harus menjawabnya, rasa kalut dan salah tingkah serta ketakutan menyelimuti hati dan pikiranku. Ditodong dengan pertanyaan yang membuatku tak bisa berkutik di depannya. Tiba-tiba aku menjawab, "Tidak. Aku hanya iseng saja...."
Deg !! Bodohnya aku ini. Kenapa justru itu yang aku katakan. Bagaimana ini ? Aku takut memandang wajahnya. Aku tak kuasa.
Dia berlalu meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Uuuugghhh, bodoh, bodoh ! Aku teriak dalam hati. Aku meyesal, kenapa tak ku katakan yang sebenarnya. Kenapa aku tak bisa mengalahkan ketakutanku sendiri ?
Sejak saat itu, Reva tak pernah menyapaku lagi. Tak ada senyuman manisnya lagi. Bahkan kita seperti tak pernah saling mengenal. Hingga perpisahan akhir kelas 3 pun, dia tak mau bicara lagi padaku.
---***---
Meski kejadian itu sudah sangat lama, namun tak bisa hilang dari ingatanku. Rasa penyesalan itu selalu menghantuiku hingga aku mengenyam bangku kuliah.
Andai ku bisa memutar ulang semuanya, ingin ku perbaiki semua kebodohan ini. 
Maafkan aku, Reva.....

NB : Terinspirasi dari kisah nyata seorang kawan. ^_^

7 komentar:

Catatan kecil mengatakan...

Keren mbag, pa gy blog ny,,
Mnta tips dunk gmna crany buat blog sebagus mbag,,???

AJe mengatakan...

endingnya bikin sedih, kenapa ga mengaku saja #drdalamhatibangetnihngucapinini

Cyn Amore mengatakan...

Cat. Kcl : mksih ya.... Q jg lg bljr nie dr tmn2 blogger lainnya ato lihat tutorialny lwt google. :)

Aje: hehe... mngkin bibirnya kelu bin salting jd slit b'kta -ya-

konde mengatakan...

Cerpen yang bagus... Semangat terus ya untuk berkarya :D

Info Event Untuk Blogger Berhadiah Blackberry Playbook & Voucher Senilain Rp.3jt Klik Di Sini

Cyn Amore mengatakan...

mkasih....

mksih jg bwt info nya... :)

Ranie's mengatakan...

bagus nde, bisa kali dilanjutin critanya....
hehehe,

Cyn Amore mengatakan...

mkasih beb...
insya allah :)

Posting Komentar

Copyright 2009 Kepingan Inspirasi. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates