RSS

Cinta dari Sekeping CD























Kakiku terus melangkah, memandang sekeliling sekolah. Banyak yang berubah sejak kelulusanku 3 tahun silam. Sekolah yang menyisakan banyak cerita yang sulit terlupakan oleh ku. Sekolah yang membuatku meninggalkan rasa penyesalan yang sampai sekarang masih membekas dalam hatiku. Penyesalan karena kebodohanku sendiri.
Tiba-tiba memori otak ku memutar kembali masa-masa itu......
---***---
Ku pandang jam dipergelangan tanganku, pukul 07.05. Ku percepat motor. Hufh, pasti terlambat lagi. Moga guru piket hari ini memberikan dispensasi. Akhirnya aku sampai disekolah sebelum satpam mengunci gerbang sekolah. Setelah memarkirkan motor, aku belari menuju kelas. Moga Bu Yulli belum masuk kelas, harapku.


"Pagi Badai. Hampir saja kau terlambat." sebuah suara yang tak asing menyapaku.

Aku tersenyum. Hari ini dia manis sekali. Meski penampilannya sederhana, namun begitu indah dipandangan mataku. Bagiku, dia tak sama dengan cewek-cewek disekolahku. Pintar, sederhana, mudah bergaul, dan tentu saja cantik. Terus terang, sejak berkenalan dengannya 1 tahun yang lalu saat MOS SMA, aku sudah mengaguminya. Entah, darimana rasa kagum itu muncul, padahal saat itu aku tak begitu mengenalnya. Kedekatanku dengannya berawal sejak kita sama-sama bergelut dalam mading sekolah hingga saat ini aku duduk di bangku kelas 2. Namanya Reva, nama yang manis, semanis wajahnya.


"Badai....!!" sebuah suara mengagetkanku. Aku tak sadar kalau Bu Yulli sudah berada tepat dihadapanku.
"Iya bu.. Ada apa?"
"Kemana saja pikiranmu. Sejak tadi ibu memanggilmu. Ayo hapus tulisan dipapan tulis. Bukankah hari ini adalah jadwalmu menghapus?"
Sial, aku lupa. Hari ini sudah jadi kewajibanku menghapus tulisan dipapan tulis untuk pelajaran Bu Yulli. Dengan langkah gontai aku beranjak menuju papan tulis.
 ---***---
"Ke kantin, yuk..." ajak Reva saat jam istirahat.
"Oke..."


Sesampainya dikantin.Seperti biasa dia memesan makanan plus minum yang selalu sama. Omelet spesial dan air putih. Aku tak mengerti kenapa dia tak pernah bosen dengan menu nya itu.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, Badai?" ujarnya mengagetkanku.
"Nothing." jawabku. 


Pesanan datang. Tanpa banyak bicara, aku menghabiskan makanaku. Sesekali aku melirik ke arahnya. Entah kenapa, aku merasa nyaman memandang wajah ayu nya. Teduh dan tenang. Tiba-tiba dia tersenyum. Jantungku berdetak kencang. Tersirat kebahagiaan dalam hatiku. Inikah yang namanya jatuh cinta?
---***---
Malam hari, dikamar. Aku terus membolak-balik buka pelajaran yang tengah ku genggam. Berkali-kali ku baca, namun pikiranku tak dapat berkonsentrasi. Bayangan wajah Reva terus menari-nari dalam benakku. Senyumannya tak pernah hilang dari pelupuk mataku. Ahhhh...perasaan ini semakin besar. Aku sulit memendamnya lagi. Tapi aku tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku padanya. Aku takut dia marah. Lagipula, mungkin saja dia tak pernah menganggapku lebih dari teman. Mungkin saja dia telah menyukai orang lain. Berjuta pertanyaan hinggap dibenakku, bagaimana agar Reva tahu perasaanku yang sebenarnya....?
Malam semakin larut. Namun rasa kantuk belum datang juga. Justru bayangan Reva semakin sulit aku hilangkan. Reva, kau membuatku gila malam ini. Kau membuatku semakin tak berdaya. Akhirnya ku putuskan untuk segera menutup mata ini dan berharap esok hari segera berjumpa dengannya.
---***---
"Woy..... " tangan Reva menepuk bahuku. 
"Duh....bikin kaget aja kamu." ujarku.
"Lagian dari tadi kamu melamun terus. Entar kesambet baru tau rasa."


Aku tersenyum kearahnya.Semakin hari Reva semakin cantik. Dan itu membuatku semakin tak kuasa menahan gelora cinta di dalam hatiku.


"Badai, bantuin aku dong. Aku butuh beberapa software untuk mendesain majalah sekolah kita. Nanti kamu simpan saja di disk ini" katanya seraya menyodorkan sekeping kaset CD. Aku mengangguk mengiyakan. 


"Thanks Sobat.... Masuk kelas yuk."

Apa yang dilakukan Badai dengan kaset CD itu?
Mampukah Badai mengungkapkan perasaannya pada Reva?
Tunggu kelanjutan cerita ini kawan....
See u... #ngantuk.com :)







6 komentar:

AJe mengatakan...

oke aku tunggu.
moga cdnya ga buat menyimpan rekaman video singkatnya artis ya :P

Syifa Azz mengatakan...

duhh pas banget nih baca ini.. bikin aku makin jatuh cinta sama someone. hihi

Cyn Amore mengatakan...

@syifa: hihihi... cie cie yg lg jtuh cnt...
@aje: siiippp...

Ochy RoshySulamSari mengatakan...

Assalamu alaikum...salam kenal_izin follow ya mba' :) _Pemula hehehhe

Cyn Amore mengatakan...

walaikumsalam...
salam kenal juga...

siap meluncur to your blog :)

Reva Neisyah mengatakan...

haha lg searching nama ku, eh ga sengaja ketemu blog ini. hahaha. kinda cute story. sygnya kisah cinta ku di sekolah ga bakal sebagus and semanis nama ku. haha

Posting Komentar

Copyright 2009 Kepingan Inspirasi. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates